TERNYATA MEMILIKI TANGAN PANJANG ITU SULIT!

TERNYATA MEMILIKI TANGAN PANJANG ITU SULIT!

Panjang tangan. Pernahkah kalian menjumpai istilah itu? Jika kalian dari jurusan bahasa mungkin sering sekali. Tapi jika ditemukan dalam kehidupan sehari-hari itu sulit. Ya! Memang benar memiliki tangan panjang itu memang sulit. Padahal jika ambil sisi negatif dari arti tangan panjang itu sendiri itu tidaklah sesulit untuk melakukan. Ya, semua orangpun bisa melakukannya. Tanpa pamrih. Mungkin. Akan tetapi bagaimana jika kita mengambil arti yang positif. Apakah banyak orang yang akan melakukan itu? Bahkan tanpa pamrih? Tanpa harus disuruh-suruh? Jarang. Jarang sekali bahkan. Mirisnya mereka selalu beralasan yang tak masuk akal. Aneh. Bukannya sih, mau menjelek-jelekkan orang. Cuman heran saja. Sesulit itukah untuk melalukan itu. Ya, sulit bagi yang tak mampu. Tapi untuk yang mampu? Astaghfirullah…

Dan aku merasa malu! Sungguh sangat malu! Jika mengetahui bahwa dari keluarga sendiri juga seperti itu. Yang menurutku sudah dibilang cukup. Bahkan lebih dari cukup. Ingin menjerit. Menangis sekeras-kerasnya ketika mengetahui seperti ini. Astaghfirullah… sungguh harta itu tak di bawa mati. Bukannya mau memaksakan. Tapi apa tak malu dengan pangkat yang kalian sandang? Aku yang tak menyandang pangkat itupun merasa malu. Karena apa? Karena kalian keluargaku. Ya Allah… aku selalu berdoa kepada-Mu untuk membuka hati mereka yang sudah tertutupi dengan gemerlapnya dunia yang fana ini. Tak habis-habisnya aku berfikir kalian seperti itu astaghfirullah…

Tapi aku bersyukur memiliki Ayah dan Ibu yang panjang tangan. Aku juga kagum dengan Ayah yang dengan mudahnya memberi tanpa berpikir apakah istri dan anakku sudah makan apa belum? Beliau selalu memiliki mindset, “Bukankah setiap orang itu memiliki rezeki sendiri-sendiri dan rezeki itu sudah ada yang ngatur, jadi tenang saja.” Ya Allah… semoga sifatnya itu selalu turun kepadaku aamiin..

Juga, apakah presepsi atau mindset nya orang ‘village’ itu sama semua? Tentunya pengetahuan mereka tentang Islam. Kuperhatikan lebih lama, ternyata mereka semua seakan-akan beranggapan “yang penting aku ini orang Islam” begitu. Tanpa tahu menahu apa saja tentang Islam itu sendiri. Contohnya seperti ketika saya sedang sholat terawih di salah satu masjid di kampung saya. Selesai sholat ternyata ada sedikit ceramah tentang malam Lailatul Qadr. Setelah itu, ada pembagian taqir semacam satu bungkus makanan yang dibagi-bagikan kepada jamaah secara gratis. Disini yang membuat saya mengerutkan dahi adalah kenapa ketika seorang ikhwan membagi-bagikannya ke jamaah akhwat mereka malah langsung masuk kedalam barisan tanpa pamrih tanpa ada rasa bersalah. Astaghfirullah… apa ini? Apa selama ini aku buta? Tak tahu menahu soal ini selama aku hidup disini? Ya Allah…

Dan apa hubungannya tadi dengan tangan panjang yang kumaksud dalam judul tulisan ini adalah. Ketika aku mencoba untuk mengajak mereka bersedekah ataupun berinfaq. Mereka langsung beralasan yang tak masuk akal. Seperti “lah.. mba, ngomong gitu sih gampang dan ngelakuinnya juga gampang, tapi nyari duitnya itu yang susah mba..” dan lain sebagainya. Aku langsung berfikir, bukannya dengan sedekah atau infaq itu selain membersihkan harta juga mendatangkan banyak rezeki lainnya? Padahal dia mampu, tapi kenapa memiliki alasan seperti itu?

Bukankah Allah menerangkannya dalam ayatnya yang sangat indah dalam Surah Al-Baqarah ayat 195 yang artinya ;

“Dan infakkanlah (hartamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu jatuhkan (diri sendiri) ke dalam kebinasaan dengan tangan sendiri , dan berbuat baiklah. Sungguh, Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.”

Subhanallah.. bukankah ayat tersebut indah sekali? Allah telah memerintahkan kita untuk infak ataupun bersedekah karena Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik. Selain itu, Rasulullah pun juga meriwayatkan dalam salah satu hadist yang artinya:

“Dari Abu Mas’ud al-Anshari mengatakan: Seorang lelaki datang (pada Rasulullah) dengan membawa untanya yang dikendali lalu mengatakan. Unta ini disedakahkan untuk di jalan Allah. Maka Rasulullah saw. Bersabda : padamu di hari kiamat dengan balasan 700 ekor unta yang seluruhnya dalam keadaan terkendali.” (HR. Muslim)

Itu adalah salah satu perumpaan orang yang bersedekah dengan 1 unta yang akan Allah beri balasan 700 ekor unta. Pastilah Allah akan membalas apapun yang akan kita sedekahkan meskipun itu hanya satu biji kurma. Subhanallah…

Jadi apa yang kalian tunggu? Sedekah sekarang selagi sempat? Atau terlambat menyadari? Semoga Allah selalu meridhai segala niat yang kita punya. Aamiin… Wallahu’alam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s