Kata-kata ‘Ini’ Lagi?

Bismillahirrohmanirrohim..

Assalamu’alaikum warahmatullohi wabarokatuh..

 

Kali ini aku menulis karena ada seseorang yang mengingatkanku dengan kata-kata ‘ini’ lagi. Sebenarnya malas kalau dibahas cuman bagaimana yah? lagi bersemangat menulis saja hehe.

Ya yang dimaksud kata-kata ini adalah “Pacar , Pacaran , Jadian dan hal semacam itulah” . Sebenarnya aku sudah menghindari hal-hal seperti itu 2 tahun yang lalu. Kenapa? karena hal yang seperti itu ternyata sangat menyebalkan , tidak ada gunanya, bikin pusing, mau melakukan sesuatu tidak bebas, dan bla bla bla blaa. Tapi meskipun aku berpendapat begini sekarang , pasti banyak juga yang bilang gini.

“Eh kata siapa menyebalkan? nyenengin kok kamu aja yang ga pernah ngerasain” *hah? perlu ditanyakan itu*. “Eh kata siapa ga ada gunanya? berguna banget tahu” *waduh, kasian banget dimanfaatin*. “Kalau pacar protective itu tanda sayang tahu” *eii eii berarti kalau udah ga sayang ga protective gitu? memangnya kamu yakin jadi suamimu kelak? #ups*. Dan banyak lagi ocehan yang menurutku ga logis banget alasannya melakukan itu. Dan kenapa aku mengatakan seperti tadi? well, kalian akan tahu kalau kalian sudah tahu hukumnya. Didalam Qur’an dan Hadist manapun tidak ada yang menyebutkan bahwa kita diperbolehkan untuk pacaran. Malahan banyak larangannya. Ini salah satu contoh hadistnya,

Dari ‘Aisyah ia berkata: Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam membai’at paraperempuan dengan perkataan. Tidak pernah tangan Rasulullah SAW memegang tangan para perempuan, kecuali tangan perempuan yang telah menjadi miliknya (artinya perempuan yang telah dinikahinya = istri Nabi). [Bukhari]

Wah padahal kalau pacaran bagaimana ya? hmm ga bisa dibanyangkan deh, apalagi pacaran jaman sekarang waduh bikin banyak orang berucap istighfar dan mengelus dada. Dan ini juga salah satu ayatnya..

“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.” (Al-Isra: 32).lihat jg An-Nur: 30–31

 

Dan masih banyak lagi hadist-hadist dan ayat-ayat suci Al Qur’an yang menyatakan tentang larangan berpacaran. Dan mesti bertanya-tanya juga, “Kok ga ada tulisan pacaran disetiap dalil itu?”. Ya memang tidak ada kata-katanya secara langsung , cuman kita pasti tahulah pacaran itu kan sama halnya zina. “Zina apaan kan ga ngapa-ngapain?” aduh kalau aku denger ini pengen ketawa deh. Well, memang awalnya ga ngapa-ngapain cuman kalau sudah berduaan dan orang ketiganya adalah setan pasti dijamin ngapa-ngapain itu. Ya we never know what will happen if both of you sitting together in the silent place. Because in the silent place just both of you and God only knows. Remember Allah always watching us. Oleh karena itu,  pacaran itu sendiri pasti menjurus ke perzinaan yang jelas-jelas akan membawa kita ditelan api neraka. Kalau membayangkan saja udah membuat merinding bulu kuduk. Tapi kenapa ya masih banyak yang melakukan?  Astaghfirulloh…

Kalau boleh jujur aku dulu memang pernah pacaran kok hehe tapi ga berbuat aneh-aneh karena aku orang yang lamban. Kurang tahu menahu. Dan kuakui dulu aku melakukan hal seperti itu karena aku masih dalam zaman jahiliyah. Jamannya orang bodoh yang masih belum tahu apa-apa. Dan alhamdulillah sekarang aku sudah ‘mentas’ dari jaman itu. Dan jangan sampai aku ‘kecemplung’ lagi. Karena kalau diingat-ingat jamanku dulu sangatlah menyeramkan. Tidak bisa dibayangin deh.

“Kok bisa sih kamu berubah?” ya, banyak faktorlah.Disamping aku takut sama kemurkaan Allah kelak. Juga pasti something that we wanna do and Allah hate it. I believe that it won’t turn to be good but the opposite in the end. Dan alhamdulillahnya banyak orang-orang disekitar yang mendukung untuk tidak melakukan hal seperti itu. Banyak yang mengingatkan juga. Maka dari itu mendekatlah kepada orang-orang yang suka kebajikan dan rindu akan Allah dan Rosul-Nya, dijamin surga dunia akhirat udah ada ditangan. Kalau tidak, mulailah dengan membaca hal-hal tentang islam dan hukumnya. InsyaAllah semua bermanfaat. Yang penting  tekun dan hati yang ikhlas.🙂

 

Oh ya aku mau kasih percakapan sedikit nih, hehe ya harapannya bermanfaat apalagi bagi orang-orang yang belum punya pasangan.

Nenek : ” Kamu udah punya pacar belum?” si cucu cuman melongo sebentar.

Cucu : ” Buat apa punya pacar ga penting nek.” si cucu menjawabnya dengan nada tenang.

Nenek : ” Loh penting itu.”

Cucu : ” Pentingnya buat apa? aku ga mau nyari pacar nek, kan di Islam ga boleh pacaran. Aku maunya nyari suami.”

Nenek  : ” Yo dicari toh, kan harus dicari.” si cucunya tersenyum masam.

Cucu : ” Hehehe ga mau ah nek, soal jodoh itu urusan nanti dan jodoh itu sendiri juga sudah ada yang mengatur kan? Kalaupun jodoh pasti akan selalu didekatkan. hehe”

Nenek : ” Tapi nenek takut , nenek tidak bisa liat kamu dipelaminan.” Si cucupun diam seribu bahasa bingung mau bales ngomong apa. Yang ada cuman dibalas dengan senyuman manis dan kabuuuurrrr….

 

Bibi  : ” Pacar kamu siapa ka?”

Keponakan : ” Pacar? ga ada ah..

Bibi  : ” Halaaah ga usah maulu.” gubrakk!

Keponakan : ” Beneran bi.” sambil lemes ngomongnya.

Bibi : ” Iya bener ga usah pacaran. Bibi ga mau kamu terjerumus kedalam lubang hitam. Mending kamu cepet selesaiin kuliahmu dulu habis itu kerja dan nikah.” Keponakan cuman bisa meringis sambil manggut-manggut. Terus sama si keponakan ditinggal kaburrrrrr lagiii…

 

Saudara : ” Adhek ika siapa nama pacarmu sekarang?” Glek!

Aku  : ” Eh? punya aja ga, malah nanya nama.”

Saudara   : ” Masa? bukannya di universitas itu banyak cowok gantengnya?”

Aku  : ” Aku ini sekolah bukan pengen nyari cowok ganteng atau pacar tahu. Dan kamu yah , masih kecil malah ngomongin kayak ginian yah. Sekolah yang bener dulu sana. ” sambil nyubit pipi saking gemesnya.

 

Si A   : ” Eh cha, kamu jadian aja si sama si B.” Aku cuman bikin ekspresi ‘hah?’

Ucha   : ” Jadian?”

Si A   : ” Iyaaa.. gapapa kamu sama dia saja.”

Ucha   : ” Ga mau ! aku maunya nyari suami. Dan untuk apa aku jadian sama dia? aku ga suka, emang dia siapa? dan kamu! gampang banget ngomong jadian2 gitu err dan blaaa blaa…” Kesabaran si cewekpun sudah melebihi batas. Tapi akhirnya dihadapi dengan cool mind.

 

Well, percakapan ga penting yang terjadi diatas itu sebenernya sebuah percakapan yang ga penting yang selalu terjadi dikehidupan penulis. Sampai-sampai si penulis pusing banget menghadapinya. Apalagi percakapan yang pertama, waduh hampir setiap pulang kampung selalu ditanyain mulu. Ditambah lagi kadang si nenek ngomong begini. ” Nenek takut, nenek tidak bisa liat kamu di pelaminan.” Waduh jawabnya bingung , apalagi nelen ludah. Yang ada aku tinggal kabur terus. Lagian sih, umurku juga belum pas buat hal-hal seperti itu. Ayah ama Ibu saja ga pernah memikirkan hal ini. Kenapa mereka masih saja sibuk dengan urusan orang lain? heran jadinya.

Ya bosen memang kalau ‘direcokin’ dengan hal-hal seperti itu. Apa gunanya coba punya pacar kalau akhirnya bukan jadi suami pada akhirnya. Apalagi yang sampai melakukan hal-hal “itu”. Waduh belum bisa bayangin bagaimana jadinya mereka kelak. Aduh jadi ingat kata-kata seseorang 2 tahun yang lalu,

“Buat apa punya pacar kalau pada akhirnya dia bukan jadi suami kita. Dan kenapa ga cari suami saja yang jelas-jelas itu akan menjadi pacar kita untuk selamanya.”

 

Tapi sayang sekali orang tersebut bak menjilat ludahnya sendiri. *sigh* memanglah manusia. Padahal kata-kata itu selalu kupegang hingga hari ini. Tapi gapapa namanya juga manusia hehe.

Well, mungkin itu saja yang pengen banget aku tuliskan. Dan maaf saja kalau tidak menyambung dengan judulnya. Hehehe si penulis bingung sih mau kasih judul apa. Dan diakhir ini penulis pengen ngasih nasehat bagi kalian semua yang membaca.🙂

 

1. Janganlah berpacaran karena pacaran itu tempatnya zina. *karena penulis emang lagi menjauhi hal ini*

2. Jika ingin diberikan orang yang akan mencintai kita untuk selamanya. Pertama kalian harus mencintai Allah dulu. Kalian harus mendapatkan cinta Allah dahulu. Soal cinta manusia itu gampang, dan tidak usah menangis kalo kita tidak mendapatkan cinta itu. Lebih parah jika Allah itu sudah tidak cinta atau sayang sama kita. Menangispun kita tidak akan mendapatkan cinta-Nya kalau Allah benar-benar sudah tidak ingin memberikan cinta-Nya kepada kita. *ini lagi lagi bener-bener penulis usahain*

3. Berlomba-lombalah untuk beribadah dengan menjauhi semua larangan-Nya. Agar kita bisa mendapatkan cinta Allah. *ini lagi bener-bener penulis lagi menjalankannya.

4. Berdoalah untuk digampangkan jodohnya. Setiap malam sholat Tahajud, Istikhoroh, Hajad. Wah insyaAllah akan selalu didekatkan. *ayo bareng-bareng berusaha*

5. Istiqomah lah dalam melakukan sesuatu.

 

Baiklah sekian dulu yah, maaf kalau ada kesalahan, kalau banyak kesalahan itu datangnya dari penulis. Dan kalau ada yang benar itu datangnya dari Allah semata. Kritik dan saran are welcome hehe. ^-^’

 

Wassalamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh.🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s