Percakapan Pendek

Tulisan ini mungkin berdasarkan fakta/tidaknya tapi kalau bagiku adalah kisah nyata karena aku juga mengalaminya. Sudah jangan dipikirkan ini kisah siapa yang penting aku memang ingin sekali menulis.

Seperti biasa aku menulis karena aku ingin mengeshare apa yang ada diotakku. Ya berharap bisa diambil hikmah. Hehehe. Oh ya ditulisanku kali ini aku membuat nama samaran. Yup selamat membaca.

—————– , 22 Desember 2012 pukul 21.30 

 Mila : “Assalamu’alaikum mam.” (Cium tangan dan pipi si Ibu).

Ibu : “Wa’alaikumsalam, kok tumben malem banget sampainya?”

Mila : “Iya mam, tadi macet berat. Ya maklum rata-rata pada pulang kampung.” Ibunya manggut-manggut.

Mila : “Aduh mam badanku pegel semua, laper juga. Mamam masak apa?” si Ibu terlihat mikir sebentar.

Ibu : “Aduh  tadi sopnya habis, Ibu kira kamu sampai jam 7-an eh malah jam 9 lebih ya udah habis diserbu adhek-adhekmu. Atau?” Belum selesai si Ibu menyelesaikan kata-katanya sudah dipotong oleh si anak.

Mila : “Walah.. yaudah mah, aku pengen mie rebus saja sama teh hangat.”

Setelah makan…

Mila : “Mam, sekarang entah kenapa aku kok kalau cuman keluar aja tidak bisa kalau tidak pakai jilbab ya mam? rasanya itu malu, bersalah ah.. campur aduk lah.” Si Ibu diam sejenak.

Ibu ; “Alhamdulillah mungkin Allah sudah mengetuk hatimu nak.” Hening sejenak.

Mila : “Iya mam, aku bersyukur kalau Allah benar-benar sudah mengetuk hatiku sekarang. *mata si anak sudah berkaca-kaca tapi ditahan jangan  sampai pecah* Mamam masih ingat? tepatnya 2 tahun yang lalu ketika kita masih di Medan, ketika kita hendak berpergian kemana-mana cuman aku yang tidak pakai jilbab. Dan Ayah selalu bertanya dengan kata-kata yang sama “Kenapa kamu tidak memakai jilbab?” dan aku selalu menjawab “Aku belum siap yah.” Kemudian Ayah berkata “Padahal kan Allah mewajibkan untuk memakai jilbab buat para muslimah.” Aku terdiam dan setelah itu tidak ada percakapan. Pernah aku membaca sebuah tausiyah ya mam, menyangkut tentang 4 tarikan hebat seorang wanita. Dan salah satu isinya seingatku itu begini, seorang ayah,  apabila seseorang yg bergelar ayah tidak memperdulikan anak-anak perempuannya di dunia. dia tidak memberikan segala keperluan agama seperti mengajar sholat, mengaji & sebagainya. Dia memperbiarkan anak-anak perempuannya tidak menutup aurat…..tidak cukup kalau dengan hanya memberi kemewahan dunia saja maka dia akan ditarik oleh anaknya. Huwaaaa… Mamam bagaimana ini? aku takut Ayah nanti kuseret ke neraka gara-gara dulu aku begitu. *si anak udah mewek didepan Ibunya* SI Ibu hanya diam memdengarkan.

Ibu : “Ya Ibu masih ingat.” Kemudian si Ibu tersenyum sekilas.

Mila : “Oh ya mam, akhir-akhir ini aku jika aku dalam keadaan diam, sendiri atau melamun seperti dibayang-bayangi oleh kesalahan masa laluku. Kalau aku teringat oleh satu kesalahan saja rasanya hatiku langsung menciut , takut dan ah.. tak bisa digambarkan bagaimana perasaanku itu mam.”

Ibu : “Ya mungkin begitulah rasanya kalau jauh dari rumah, dan sendiri. Kamu kan sendiri di kamar jadi begitu.”

Mila : “Oh begitu ya mam,  mungkin saja, dan entah kenapa jika itu terjadi aku seakan mau menangis dan ingin sekali sholat. Aku takut mam.” *sambil merengek manja kepada si Ibu. ”

Ibu : “Yasudah jangan disesali, sudah bersihkan dirimu dan tidur sudah malam. Katanya capek?”

Mila : “Ok mam.”

What’s on your mind after you read this? hehe Mungkin tidak penting tapi tidak salahnya aku mengeshare ini kan?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s