Terapi Virus Merah Jambu

Terapi Virus Merah Jambu

Virus merah jambu, pasti readers sudah pernah mendengar isitilah ini. , pasti readers sudah pernah mendengar isitilah ini. Yap! Virus merah jambu adalah sebuah istilah bagi hati manusia yang sedang dilanda cinta atau lebih kerennya kasmaran. Author yakin, pasti readers pernah merasakannya. Karena Author sendiri juga sering terkena virus ini hehehe. Dan sebenarnya virus yang sangat berbahaya sehingga bisa menjadikan penderitanya rela bunuh diri, sebagaimana kisah Qois dan Laila, Romeo dan Juliet ataupun kisah-kisah yang sering kita jumpai disekitar kita. Serem banget yah. Oleh karena itu virus ini harus segera diobati jika sudah merasuk ke dalam hati. Ibnul Qoyyim dalam kitabnya Zaadul Ma’aad memberikan alternative terapi bagi yang sedang terkena virus merah jambu.

Pertama, segera menikah jika ada peluang bagi orang yang sedang kasmaran untuk meraih cinta orang yang dikasihinya dengan ketentuan syariat dan suratan takdirnya. Inilah terapi yang paling utama. Rosullulah SAW bersabda sebagaimana diriwayatkan oleh Bukhari dan muslim, yang artinya:

Dari Abdullah berkata, Rasulullah SAW bersabda kepada kami: “Wahai para pemuda, barang siapa dari kalian yang memiliki kemampuan maka hendaklah ia menikah karena sesungguhnya menikah itu akan menundukkan pandangan dan memelihara farji (kemaluan). Barangsiapa yang tidak mampu maka hendaklah ia berpuasa karena puasa itu merupakan benteng baginya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Nah, dalam hadist diatas memberikan dua solusi bagi kita, yaitu solusi pertama dan solusi pengganti. Solusi utama adalah menikah. Jika solusi ini dapat dilakukan maka tidak boleh mencari solusi lain. Ibnu Majah meriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Aku tidak pernah melihat ada dua orang yang saling mengasihi, selain melalui jalur pernikahan.” Dan solusi kedua adalah dengan berpuasa bila solusi utama sulit dilakukan. Alhamdulilah, mungkin author yang belum sanggup melakukan solusi utama jadi kita lakukan solusi yang kedua saja hehe.

Kedua, jika tidak bisa menikah, penyakit ini bisa semakin ganas. Waduh jadi gimana dong? Yap! Terapinya harus dengan meyakinkan dirinya bahwa apa-apa yang diimpikannya mustahil terjadi, lebih baik baginya untuk segera melupakannya. Karena jiwa yang berputus asa untuk mendapatkan  sesuatu niscaya akan tenang dan tidak lagi mengingatnya. Jika ternyata belum terlupakan maka jiwanya akan terpengaruh dan semakin menyimpang jauh. Aduh tambah gawat tuh kalau sampai menyimpang. Dalam kondisi seperti ini, wajib baginya untuk mencari terapi lain, yaitu dengan mengajak akalnya berpikir bahwa menggantungkan hatinya kepada sesuatu yang mustahil untuk dijangkau adalah perbuatan gila. Yap! G-I-L-A. Bak peribahasa “Ibarat pungguk merindukan bulan.” Bukankah orang-orang akan menganggapnya termasuk ke dalam kumpulan orang-orang yang tidak waras? Apabila kemungkinan untuk mendapatkan apa yang dicintainya tertutup karena larangan syariat, terapinya adalah dengan menganggap bahwa yang dicintainya itu bukan ditakdirkan menjadi miliknya. Jalan keselamatan adalah dengan menjauhkan dirinya dari yang dicintainya. Dia harus merasa bahwa pintu kea rah tujuan yang diinginkannya tertutup dan mustahil tercapai. Bagaimana readers? Gampangkan melakukannya. InsyaAllah gampang kalau kalian melakukannya karena Allah. Walau sebenarnya author juga kadang sulit melakukannya hehe. Nah, kalau belum sanggup juga dengan cara ini. Maka kita lanjut dengan cara yang lain.

Ketiga, jika ternyata jiwanya yang selalu menyuruhnya kepada kemungkaran masih tetap menuntut, hendaklah dia mau meninggalkannya karena dua hal. Hal pertama, karena takut (kepada Allah), yaitu dengan menumbuhkan perasaan bahwa ada hal yang lebih layak dicintai, lebih bermanfaat, lebih baik, dan lebih kekal. Hal yang kedua, yaitu yakin bahwa berbagai risiko yang sangat menyakitkan akan ditemuinya jika dia gagal melupakan kekasihnya. Dia akan mengalami dua hal yang menyakitkan sekaligus, yaitu gagal dalam mendapatkan kekasih yang diinginkanya dan bencana menyakitkan serta siksa yang pasti akan menimpanya. Jika yakin akan mendapatkan dua hal yang menyakitkan ini, niscaya akan mudah baginya meninggalkan perasaan ingin memiliki yang dicintainya. Gimana readers? Masih belum bisa juga? Menggunakan cara ini? kalau begitu next..

Keempat, jika belum bisa dengan terapi ketiga maka hendaklah berpikir mengenai dampak negative dan kerusakan yang akan ditimbulkannya dan kemaslahatan yang akan gagal diraihnya. Mengikuti hawa nafsu akan menimbulkan kerusakan dunia dna menepis kebaikan yang datang. Lebih parah lagi, dengan menurutkan hawa nafsu akan menghalanginya mendapatkan petunjuk yang merupakan kunci keberhasilannya dan kemaslahatannya.

Kelima, jika tidak disembuhkan juga, hendaklah dia selalu mengingat sisi-sisi kejelekan kekasihnya dan hal-hal yang membuatnya dapat menjauh darinya. Jika dia mau mencari-cari kejelekan yang ada pada kekasihnya, niscaya dia akan mendapat sisi kejelekan yang lebih dominan dari sisi keindahannya. Hendaklah dia banyak bertanya kepada orang-orang yang berada di sekeliling kekasihnya tentang berbagai kejelekannya yang tersembunyi darinya. Jika kecantikan adalah factor pendorong seseorang untuk mencintai kekasihnya maka kejelekan adalah pendorong kuat ahar dia dapat membencinya dan menjauhinya. Hendaklah dia mempertimbangkan dua sisi ini dan memilih yang terbaik baginya. Jangan sampai ia terpedaya dengan kecantikan kulit dengan membandingkannya dengan orang yang terkena penyakit sopak dan kusta, tetapi hendaklah dia memalingkan pandangannya kepada kejelekan sikap dan perilakunya, hendaklah dia menutup matanya dari kecantikan fisik, dan melihat kepada kejelekan yang diceritakan kepadanya.

Keenam, jika terapi masih saja tidak mampu baginya maka terappi terakhir adalah mengadu dan memohon dengan jujur kepada Allah yang senantiasa menolong orang-orang yang ditimpa musibah jika memohon kepada-Nya. Hendaklah dia menyerahkan jiwa sepenuhnya di hadapan kebesaran-Nya, sambil memohon, merendahkan, dan menghinakan diri. Jika dia telah membuka pintu taufik (pertolongan Allah). Hendaklah dia berbuat iffah (menjaga diri) dan menyembunyikan perasaannya. Jangan sampai dia menjelek-jelekkan kekasihnya dan mempermalukannya dia hadapan manusia, ataupun menyakitinya karena hal tersebut adalah kedzaliman dan melampaui batas.

Nah bagaimna? Manakah cara yang sanggup kalian pilih untuk membasmi virus ini. Tetapkanlah hati kalian dan minta bantuan kepada Allah. InsyaAllah kita akan sembuh dari virus ini. Ayo sama-sama terapi untuk membasminya. Wallahu a’alam.

“Ya ALLAH, anugerahkan kepada kami kelezatan yang menembus dan merasuk jiwa dalam setiap IBADAH kami. Sehingga kami selalu rindu menghadapkan wajah kami kepada-Mu. ‘Mari mencari CINTA HAKIKI’”.

Source : Ya Allah Jadikan Dia Pendampingku with some edited by me.

2 thoughts on “Terapi Virus Merah Jambu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s